Increase Your Knowledge :)


Senin, 09 April 2012

Ragi Tape Part 2




Tape Singkong


Bahan:
  • 1,5 kg singkong
  • 1,5 butir ragi tape, haluskan
  • Daun pisang untuk alas
Cara membuat:
  1. Kupas singkong, kemudian cuci bersih dan potong sesuai selera
  2. Kukus singkong sampai matang, kemudian sisihkan dan tunggu sampai dingin
  3. Setelah dingin, tata singkong ke dalam wadah tertutup yang telah di alasi daun pisang
  4. Taburi dengan ragi tape sampai rata
  5. Tutup permukaan wadah dengan daun pisang lalu tutup rapat dengan tutup wadahnya
  6. Simpan di tempat yang hangat dan diamkan selama 2-3 hari.
  7. Tape siap dikonsumsi.

3
a.     Pengenalan Produk

Tape singkong adalah makanan yang berasal dari hasil proses fermentasi singkong menggunakan ragi. Melalui proses fermentasi zat pati yang terdapat pada singkong diubah menjadi gula, sehingga rasa asli singkong yang cenderung tawar berubah menjadi manis keasam-asaman dan tekstur singkong yang semula keras berubah menjadi lebih lunak.

 1.    Bahan dan Cara Membuat
Pembuatan tape singkong tidak memerlukan banyak bahan baku. Tape singkong dibuat hanya menggunakan singkong dan ragi. Singkong yang digunakan sebaiknya singkong jenis mentega kuning super.
Berikut ini cara membuat tape singkong.
-          Kupas kulit singkong, kemudian kerik singkong menggunakan pisau atau batang bambu yang ditipiskan untuk menghilangkan lendir yang menempel.
-          Cuci menggunakan air sebanyak dua kali hingga singkong benar-benar bersih.
-          Rebus singkong sekitar 40 menit. Selama merebus panci sebaiknya ditutup agar singkong cepat matang.
-          Angkat, kemudian dinginkan dipara-para (anyaman datar yang terbuat dari bambu) Selama sekitar satu jam.
-          Belah bagian tengah singkong, tetapi hanya setengah. Tujuannya agar ragi dapat meresap ke bagian dalam singkong sehingga proses pembentukkan tape menjadi lebih cepat.
-          Bungkus ragi menggunakan kain kasa, kemudian pukul-pukulkan ke singkong hingga merata atau hingga seluruh bagian singkong terlihat putih.
-          Jejerkan singkong dipara-para yang telah dialasi daun pisang. Tutupi singkong menggunakan kain agar terhindar dari angin dan debu. Diamkan selama satu malam.
Pagi harinya singkong dapat dipindahkan ke keranjang bambu yang sudah dialasi daun pisang. Tutupi bagian atas keranjang menggunakan daun pisang, kemudian diamkan selama dua hari. Setelah itu, tape singkong siap dikonsumsi atau dijual. Tape singkong dapat bertahan selama sekitar satu minggu.


Tip Menghasilkan Tape Singkong Berkualitas.
1.      Bahan baku singkong yang digunakan sebaiknya singkong mentega kuning super dengan umur panen Sembilan bulan dan memiliki panjang 25-30 cm.
2.      Gunakan ragi dengan mutu baik agar tape yang dihasilkan rasanya manis. Menurut narasumber, ragi dengan mutu baik biasanya berasal dari Sukabumi.
Sebagai gambaran, untuk membuat tape singkong dari 10kg singkong dibutuhkan ragi sekitar enam butir. Ragi yang akan digunakan sebaiknya dikeringkan terlebih dahulu agar mudah ditaburi ke singkong.

b.     Gambaran Usaha
1.      Produk
Tape singkong sudah banyak dikenal masyarakat. Biasanya orang lebih memilih tape singkong dengan tekstur agak padat, manis, dan tidak terlalu lembek. Tape singkong yang terlalu lembek biasanya terjadi karena tape disimpan terlalu lama di tempat yang suhunya tinggi, sementara rasa tape yang terlalu asam terjadi karena bahan baku singkong yang digunakan mutunya yang tidak bagus atau dipanen kurang dari tujuh bulan.
Bahan baku singkong dapat diperoleh langsung dari para petani singkong. Singkong dapat dibeli dari petani dengan harga Rp1.000/kg.
Penjualan tape singkong biasanya meningkat pada saat-saat tertentu seperti pada saat Ramadhan, Lebaran, Natal, dan Tahun Baru. Pada musim hujan penjualan tape singkong biasanya menurun.

2.      Pengemasan
Usaha rumah tangga pembuatan tape singkong dapat mengemas produknya menggunakan keranjang bambu. Satu buah keranjang bambu dengan ukuran 30 x 50 cm mampu menampung 65-70 kg tape singkong. Sebelum tape dimasukkan, sebaiknya keranjang dilapisi daun pisang. Daun pisang juga digunakan untuk menutupi tape singkong. Satu buah keranjang dapat dibeli dengan harga sekitar Rp7.500.

3.      Perlengkapan Usaha
Antara lain terdapat atas dandang stainless steel untuk merebus singkong, kompor, tangki minyak tanah, para-para untuk mendinginkan singkong yang telah direbus, keranjang bambu untuk mengemas tape, pisau, dan tampah sebagai tempat ragi.

4.      Tenaga Kerja
Usaha pembuatan tape singkong tidak memerlukan banyak tenaga kerja, cukup dua orang. Tenaga kerja yang digunakan bisa yang sudah berpengalaman bisa juga yang belum berpengalaman. Tenaga kerja dapat diberi upah sekitar Rp.750.000/bulan, sudah termasuk uang makan.

5.      Promosi dan Penjualan
Pada awal usaha, promosi dan penjualan tape singkong bias dimulai dengan cara memberikan contoh produk kepada para pedagang tape di sekitar tempat usaha atau di pasar-pasar. Jika sudah merasakan langsung dan merasa cocok dengan rasa tape singkong yang kita buat, para pedagang akan memesan secara teratur. Saat memberikan contoh produk, jangan lupa memberikan nomor kontak agar mudah dihubungi setiap saat.
Jika usaha sudah berjalan, penjualan tape singkong bisa dilakukan dengan cara mengantarkan tape ke pelanggan-pelanggan atau menjual tape secara langsung di tempat pembuatan (pembeli dating lansung ke tempat pembuatan).

6.      Penetapan Harga
Tape singkong yang diambil langsung oleh pembeli di tempat pembuatan dapat dijual dengan harga sekitar Rp1.750/kg, sedangakan tape singkong yang diantarkan langsung oleh penjual kepada pembeli dijual dengan harga sekitar Rp2.500/kg. Sistem  pembayaran biasanya dilakukan secara tunai pada saat transaksi.

7.      Resiko
Cuaca ideal yang dibutuhkan untuk membuat tape adalah seimbang antara panas dan hujan. Cuaca yang dingin selama proses pembuatan membuat tape yang dihasilkan menjadi keras, sementara cuaca panas terus menerus dalam proses pembuatan membuat tape menjadi terlalu lembek.
Resiko lain usaha ini adalah pesaing. Namun tidak perlu pesimis menghadapinya. Ada berbagai cara yang dapat dilakukan untuk memenangkan persaingan dalam usaha pembuatan tape singkong. Menjaga mutu produk juga sangat penting untuk menghindari larinya pelanggan. Jangan lupa, mutu produk merupakan alat promosi dari mulut ke mulut yang sangat penting.


c.     Tip dan Trik Usaha Tape Singkong
1.      Memiliki produk dengan keunggulan dan ciri khas yang membedakan dari pesaing. Kejujuran dalam menjalankan uasaha juga penting. Jangan berusaha membuat tape singkong menggunakan bahan-bahan pemanis buatan, terlebih menggunakan bahan-bahan yang dilarang untuk makanan.
2.      Mampu mencari bahan baku berkualitas dengan harga lebih rendah, sehingga dapat menetapkan harga yang bersaing.
3.      Senantiasa menjaga kebersihan alat dan bahan yang digunakan dalam setiap proses produksi.

d.     Analisis Usaha Tape Singkong Skala Rumah Tangga
Asumsi yang digunakan dalam analisis ini sebagai berikut.
1.      Masa pakai dandang stainless steel selama 2 tahun.
2.      Masa pakai keranjang bambu selama 1 tahun.
3.      Masa pakai para-para selama 1 tahun.
4.      Masa pakai kompor selama 1 tahun.
5.      Masa pakai tangki minyak tanah selama 3 tahun.
6.      Masa pakai tampah selama 1 tahun.
7.      Masa pakai pisau selama 1 tahun.


Ragi atau fermen merupakan zat yang menyebabkan fermentasi. Ragi biasanya mengandung mikroorganisme yang melakukan fermentasi dan media biakan bagi mikroorganisme tersebut. Media biakan ini dapat berbentuk butiran-butiran kecil atau cairan nutrien. Ragi umumnya digunakan dalam industri makanan untuk membuat makanan dan minuman hasil fermentasi seperti acar, tempe, tape, roti, dan bir.
Mikroorganisme yang digunakan di dalam ragi umumnya terdiri atas berbagai bakteri dan fungi (khamir dan kapang), yaitu Rhizopus, Aspergillus, Mucor, Amylomyces, Endomycopsis,Saccharomyces, Hansenula anomala,, Lactobacillus, Acetobacter, dan sebagainya.


Ragi Tape Part1


Ragi Tape.

Tape merupakan makanan fermentasi tradisional yang sudah tidak asing lagi. Tape dibuat dari beras, beras ketan, atau dari singkong (ketela pohon). Berbeda dengan makanan-makanan fermentasi lain yang hanya melibatkan satu mikroorganisme yang berperan utama, seperti tempe atau minuman alkohol, pembuatan tape melibatkan banyak mikroorganisme.

Inokulum tape, atau sering disebut ragi tape, telah lama diteliti. Dwidjoseputro & Wolf (1970) merupakan salah satu peneliti pertama yang berusaha mengidentifikasi mikroorganisme dari ragi tape dan berhasil mengidentifikasi dua spesies khamir yaitu
 Candida lactosa dan Pichia malanga. Djien (1972) adalah peneliti lain yang berhasil mengidentifikasi kapang Chlamydomucor oryzae, lima spesies dari genus Mucor dan satu spesies Rhizopus, serta khamirPichia burtonii dan Endomycopsis fibuliger dari ragi tape. Chlamydomucor oryzae merupakan sinonim dari Amylomyces rouxii, dan nama terakhir tersebut merupakan nama yang sekarang digunakan (Ellis et al. 1976), Endomycopsis fibuliger dan Candida lactosa merupakan sinonim dari Saccharomycopsis fibuligera (Barnett et al. 2000), sedangkan Pichia malanga merupakan sinonim Saccharomycopsis malanga (Barnett et al. 2000). Penelitian-penelitian terbaru mengungkapkan spesies-spesies lain yang terdapat dalam ragi tape selain yang telah disebutkan di atas, antara lain khamir Candida utilis danSaccharomyces cerevisiae,serta bakteri Pediococcus sp. dan Bacillus sp. (Gandjar 2003).

Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan mikroorganisme yang terdapat di dalam ragi tape adalah kapang
 Amylomyces rouxii, Mucor sp., dan Rhizopussp.; khamir Saccharomycopsis fibuligera, Saccharomycopsis malanga, Pichia burtonii, Saccharomyces cerevisiae, dan Candida utilis; serta bakteri Pediococcus sp. dan Bacillus sp. Kedua kelompok mikroorganisme tersebut bekerja sama dalam menghasilkan tape.

Mikroorganisme dari kelompok kapang akan menghasilkan enzim-enzim amilolitik yang akan memecahkan amilum pada bahan dasar menjadi gula-gula yang lebih sederhana (disakarida dan monosakarida). Proses tersebut sering dinamakan sakarifikasi (saccharification). Kemudian khamir akan merubah sebagian gula-gula sederhana tersebut menjadi alkohol. Inilah yang menyebabkan aroma alkoholis pada tape. Semakin lama tape tersebut dibuat, semakin kuat alkoholnya. Pada beberapa daerah, seperti Bali dan Sumatera Utara, cairan yang terbentuk dari pembuatan tape tersebut diambil dan diminum sebagai minuman beralkohol.
1


Ragi sangat familiar dikalangan masyarakat kita, baik untuk bikin roti atau tape atau tapai kalau org padangbilang.
Apa sih sebenarnya ragi itu? Ragi adalah makhluk hidup, bahasa umum ilmiahnya adalah yeast. Untuk ragi roti biasanya adalah Sachharomyces cereviciae. Aturan nulis nama latinnya harus miring suku kata pertama huruf besar dan suku kata ke dua huruf kecil.
Jadi ragi bukanlah sesuatu yang bisa di buat dari item bahan makanan. Ia adalah makhluk Allah tingkat rendah, yang berukuran micro. Ragi suka akan bahan makanan yg manis, bila mengembangkan di lab dia butuh banyak glukosa, sehingga guyon kami kalau org yg suka manis adalah yeast, kalau suka asinEscherichia coli (daichokin atau bakteri perut bila di bahasa Ina-kan). Ragi butuh makanan seperti layaknya manusia, butuh protein, glukosa, dan mineral.
Kebetulan S2 saya dulu mempelajari ikatan dishulfida pada struktur protein pada S. Cereviciae. Ragi bisa berbelah menjadi banyak untuk perkembangbiakannya, sebagaimana mikroba lainnya juga. Jadi kalau ada makanan ia akan berbiak terus. Dalam industri bir misalnya akhir fermentasi jumlah ragi atau yeast itu sangat banyak sekali, karena kecepatan pembelahannya atau penggandaanya yg singkat. Jangan itu dalam skala lab saja jumlahgnya sangat banyak bila dilakukan fermentasi sesuatu menggunakan mikroba. Jadi bila di Jepang ragi roti itu berasal dari limbah(baca ragi yang dipakai untuk proses pembuatan bir) adalah suatu hal yang tak aneh beritanya bagi kaum microbiologist. Karena memang dia masih bisa dimanfaatkan. Hanya saja tentu melalui proses pemurnian lagi sehingga kontamin tidak ada, ragi tak tercemar.
Kenapa ragi komersil di temui dalam bentuk tepung?
Ya itu untuk granulasinya saja, pengemasannya, agar ia terperangkap. Ini adalah suatu cara yg lazim untuk mengkomersialisasikan makhluk halus (baca mikroba).
Terus mungkin ada yg tanya kok bisa hidup walau dah di suhu -20 derajat, ya itulah kelebihannya. Jangan di suhu itu di lab saja bahkan disimpan di -80 derajat (emang dalam stock gliserol). Kalau mau membiakkannya lagi ya kita harus bikin makan baru untuknya. Subhanallah kebesaran Allah.
Ohya kalau nyimpan ragi roti di retoku (freezer) ya, agar ia tak rusak atau mati, sebab di suhu ruang aktivitas biologisnya kan jalan, kalau makanan tak ada, akan muncullah ragi yg memproduksi zat toksin (kemungkinan begitu ada) untuk mempertahankan diri tetap hidup, ataupun juga akan mati karena makanannya tak ada lagi.






Pure It


Telah hadir terobosan baru Unilever Pureitwater purifier (pemurni air) untuk keluarga Anda dengan teknologi modern dan canggih yang dapat menghasilkan air minum yang aman untuk dikonsumsi serta bebas segala kuman berbahaya yang dapat menyebabkan penyakit, tanpa menggunakan gas dan listrik. Inovasi yang dikembangkan oleh tim beranggotakan 100 peneliti internasional dari pusat Riset Unilever di berbagai penjuru dunia menghasilkan Pureit sebagai pemurni air berteknologi canggih untuk kebutuhan rumah tangga.   Teknologi canggih pembunuh kuman Pureit memiliki 4 tahap proses pemurnian yang membunuh semua kuman dan bakteri berbahaya dalam air minum
·  Tahap 1: Saringan Serat Mikro – menghilangkan semua kotoran yang terlihat
·  Tahap 2: Filter Karbon Aktif – menghilangkan pestisida dan parasit berbahaya
·  Tahap 3: Prosesor Pembunuh Kuman – menghilangkan bakteri dan virus berbahaya dalam air
·  Tahap 4: Penjernih – menghasilkan air yang jernih, tidak berbau, dengan rasa yang alami

Anda dapat dengan yakin menuangkan air PAM atau air tanah yang biasa Anda gunakan ke dalam Pureit. Pureit akan memurnikan air tersebut dan menghasilkan air yang siap diminum. Sangat Praktis!
Pureit hardir untuk keluarga anda dengan keuntungan berikut:
·  Hemat gas : Tidak perlu gas untuk memasak air.
·  Hemat listrik : Teknologi Pureit yang canggih tidak memerlukan listrik.
·  Tidak perlu memasak air : Cukup tuangkan air tanah / PAM ke Pureit, Anda langsung mendapatkan air yang aman.
·  Tanpa galon : Tidak perlu membeli air galon
·  Rasa yang alami : Menghasilkan air dengan rasa alami.
·  Air yang jernih dan tidak berbau : Menghasilkan air yang jernih dan tidak berbau.
·  Kapasitas penyimpanan yang besar : Kapasitas Pureit 9 liter di Wadah Atas dan 9 liter di Wadah Transparan
·  Garansi 1 tahun : Pureit memberikan 1 tahun garansi untuk cacat produksi *
Waktu rata-rata untuk memurnikan air  yang dibutuhkan berkisar antara 30 – 150 ml/menit